Apa yang harus dilakukan PKP saat pergantian tahun pajak? (1 dari 2)

s-1289_ppn_nsfp_wpj_30_kp_0603_2016_pdfHal penting yang harus diperhatikan oleh PKP (Pengusaha Kena Pajak) saat pergantian tahun adalah tentang penggunaan Nomor Seri Faktur Pajak atau NSFP. Simak beberapa poin penting berikut:

  • Jatah NSFP yang diberikan oleh DJP, baik via online ataupun manual, memiliki digit kode tahun yang hanya akan dapat digunakan pada tahun yang dimaksud. Contoh jatah NSFP dengan nomor awal XXX.16.XXXXXXX1 sampai XXX.16.XXXXXXX9 hanya available digunakan sejak tanggal jatah NSFP diberikan sampai 31 Desember 2016. Tahun 2016 dituliskan pada digit ke-4 dan ke-5 pada jatah NSFP.
  • Apapun yang terjadi dengan jatah NSFP tahun 2016, saat PKP akan menerbitkan faktur pajak dengan tanggal di tahun 2017 maka PKP harus terlebih dahulu mendapatkan jatah NSFP yang baru dengan digit tahun 17. Contoh jatah NSFP dengan nomor awal XXX.17.XXXXXXX1 sampai XXX.17.XXXXXXX9.
  • Permintaan jatah NSFP untuk tahun faktur 2017 sudah dapat dilakukan sejak pertengahan Desember 2016 yang dapat dilakukan via online ataupun manual, dengan memenuhi syarat telah melaporkan SPT Masa PPN untuk 3 (tiga) masa pajak terakhir yang telah jatuh tempo secara berturut-turut pada tanggal PKP mengajukan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak (Pasal 9 ayat (3) PER-17/PJ/2014).
  • Selain memperhatikan NSFP untuk tahun 2017, PKP juga harus memastikan keberadaan jatah NSFP 2016. Lakukan rekapitulasi dan cek kembali terhadap penyerahan/penjualan pada tahun 2016, apakah sudah dibuat faktur pajaknya atau masih ada yang terlewat. Jika masih ada yang belum dibuatkan faktur pajak 2016 segera buat fakturnya agar dapat diketahui secara pasti tentang penggunaan jatah NSFP 2016.
  • Jika sudah dapat dipastikan atas jatah NSFP 2016 ternyata masih ada sisa yang belum digunakan maka NSFP tersebut dikembalikan/dilaporkan kembali ke KPP tempat PKP dikukuhkan bersamaan dengan SPT Masa PPN Masa Pajak Desember 2016 dengan menggunakan formulir Lampiran IVF PER-24/PJ/2012 (Pasal 10 ayat (2) PER-24/PJ/2012).
  • Pengembalian Nomor Faktur yang tidak terpakai hanya dapat dilakukan secara manual dengan menyerahkan formulir Lampiran IVF PER-24/PJ/2012 ke loket di KPP. Sampai saat ini, proses pengembalian belum disediakan layanan secara online.
  • Setelah pengembalian dilakukan maka PKP perlu melakukan hapus/update penggunaan NSFP pada aplikasi efaktur yaitu pada menu Referensi Nomor Faktur. Hal ini dilakukan agar NSFP yang telah dikembalikan tidak muncul lagi saat melakukan Rekam Faktur Pajak Keluaran untuk tahun berikutnya.
  • NSFP yang telah dikembalikan tidak dapat digunakan kembali oleh PKP. Secara system di DJP, nomor tersebut akan dihapus dan akan menghasilkan keterangan Reject saat PKP memaksa melakukan upload dengan nomor yang dimaksud. Dalam hal ini sangat diperlukan ketelitian, kehati-hatian dan dipastikan bahwa NSFP yang dikembalikan adalah nomor yang benar-benar tidak terpakai dan semua transaksi tahun 2016 telah selesai dibuatkan faktur pajaknya.

 

Author: @infoefaktur

Artikel ditulis oleh @infoefaktur

28 thoughts on “Apa yang harus dilakukan PKP saat pergantian tahun pajak? (1 dari 2)

      1. jika masih ada transaksi di bulan desember 2016 tapi trnyata nsfpnya habis,bgaimana cara menanggulanginya? Apa bisa memakai faktur 2017

          1. jika ada transaksi yang belum dibuatkan nsfp tahun 2016,tapi no nsfp tsb habis,,apa yang harus saya lakukan?

  1. saya mau buat faktur keluaran yang ada transaksi di tgl 29 desember 2016, saat ini akan membuat e faktur dan minta di teribitkan tgl faktur 29 desember 2016, sedangkan sekarang sudah tgl 30 januari 2017, saya harus bagaimana???

  2. setelah saya membuat e faktur keluaran apakah untuk laporan ppn yg bln desember perbaikan karena kan saat ini ada transaksi yg di bln desember? dan di terbitkan bulan januari skrng, mohon solusi

  3. kalau misalkan saya sudah mengembalikan NSFP ke KPP, terus di 2016 ada pembetulan. apakah nomor yang dikembalikan tersebut bisa digunakan kembali ?
    mohon solusi, terima kasih

  4. saya akan melakukan pelaporan faktur pajak masukan bulan 12 desember 2016 pada januari 2017 tetapi dikatakan bahwa tidak diperkenankan untuk melakukan pelaporan di e-faktur
    mohon pencerahannya

  5. saya membuat faktur bulan februari 2017. & ternyata yg saya ketik adalah faktur 2016. & itu bisa oke di aplikasi e faktur. mohon solusinya

  6. Selamat sore.
    Ini sya mau tanya. Jika sya sdh buat e faktur di bulan desember tpi pencairan tagihan baru cair di bulan januari.
    Sya lapornya di bulan januari atau tetap di desember? Makasih

    1. Tanggal Faktur pajak keluaran akan jadi patokan untuk masuk terposting di SPT masa yang sesuai, jadi kalau tanggal faktur desember akan masuk di SPT Masa desember

  7. Jika saya mau membuat faktur pajak th 2017 tetapi pada tahun tersebut sy tidak mengajuakn permohonan nomor seri apa yg mesti sy lakukan?

  8. Dear admin
    Saya ada beberapa pertanyaan nih Min
    1. Apakah sisa NSFP harus dilaporkan? Bagaimana jika tidak, akankah di kenakan sanksi?
    2. Saya sudah laporan spt masa 12 tahun 2017. Di bulan tersebut ada transaksi Tender dengan kode faktur pajak 02. Transaksi tender tersebut belum saya upload. NSFP-nya sudah saya sediakan untuk Tender tersebut di bulan Desember 2017. Apakah akan dikenakan sanksi keterlambatan penerbitan faktur pajak?

    Salam hangat

    1. 1. aturannya menyebutkan harus dikembalikan, namun tidak disebutkan sanksi jika tidak dilakukan
      2. penerbitan faktur dilihat berdasarkan saat terutang PPN dan tanggal faktur pajaknya, bukan dilihat dari tanggal upload data

  9. Sore min mau tanya ,
    Saya kbahabisan nomer seri faktur di bulan oktober tahun 2018 sekarang apakah bisa minta nomer seri kembali untuk taun yang sama atw bagai mana solusinya,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *